
MIJEN —SMA Negeri 1 Mijen pada Rabu, 21 Oktober 2026 mengadakan kegiatan class meeting dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang hiburan antar kelas, melainkan juga sebagai ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan minat dan bakat, serta menghasilkan karya di bidang bahasa, sastra, seni, dan kreativitas digital.
Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menemukan dan memetakan potensi siswa yang dapat dikembangkan lebih lanjut, khususnya untuk mempersiapkan siswa mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Class meeting menjadi bagian dari pembinaan prestasi yang dimulai dari lingkungan sekolah, melalui kesempatan tampil, berkompetisi, menerima penilaian, dan meningkatkan kemampuan.
Terdapat sembilan cabang lomba dalam classmeeting bulan Bahasa yang mewadahi beragam bakat siswa. Setiap kelas mengirimkan perwakilannya sesuai ketentuan masing-masing cabang. Ragam lomba memberi kesempatan bagi siswa yang unggul dalam bahasa dan menulis, seni pertunjukan, tarik suara, kreativitas digital, maupun penguatan karakter.
- Lomba Baca Puisi. Lomba baca puisi menjadi sarana bagi siswa untuk menafsirkan dan menyampaikan makna puisi melalui suara, ekspresi, dan penghayatan. Peserta perlu memperhatikan artikulasi, intonasi, jeda, tempo, mimik, gestur, serta penguasaan panggung. Penampilan yang baik bukan hanya lantang, tetapi juga mampu menghadirkan suasana dan pesan puisi sehingga dapat dirasakan pendengar. Lomba ini melatih keberanian, kepekaan rasa, dan apresiasi terhadap karya sastra.Tiap peserta memilih satu judul dari10 judul yang telah ditetapkan oleh panitia dengan mengacu judul puisi yang akan dilombakan dalam FLS3N untuk dibacakan.
- Lomba Cipta Puisi. Peserta menuangkan gagasan, pengalaman, imajinasi, dan pengamatan terhadap kehidupan ke dalam karya yang orisinal. Kualitas puisi dapat dilihat dari kedalaman tema, pilihan kata, penggunaan majas, kekuatan imaji, kepaduan bentuk, dan pesan. Lomba ini mendorong siswa menggunakan bahasa secara kreatif dan peka terhadap berbagai persoalan di sekitar mereka. Tema cipta puisi dalam classmeeting ini yaitu Aku ( Malu ) Berseragam Abu- Abu.
- Lomba Penulisan Cerpen. Lomba cerpen memberi ruang kepada siswa untuk mengembangkan ide menjadi cerita pendek yang utuh. Peserta membangun alur, tokoh dan penokohan, latar, konflik, sudut pandang, serta penyelesaian cerita secara padu. Orisinalitas gagasan, kekuatan karakter, efektivitas bahasa, dan pesan cerita menjadi aspek penting. Kegiatan ini mengasah kemampuan menulis narasi, berpikir runtut, dan berimajinasi.Siswa dipersilahkan memilih satu tema dari tiga tema yang ditetapkan oleh panitia yaitu Tradisi yang Bergerak, Bahasa Ibu, serta Manusia dan Tanah dengan ketentuan pembuatan cerpen minimal 8000 kata atau 5 halaman folio baris.
- Lomba Solo Vokal. Setiap kelas mengirimkan dua wakil, yaitu satu peserta putra dan satu peserta putri. Peserta diharapkan menunjukkan ketepatan nada, teknik pernapasan, artikulasi, penguasaan lagu, interpretasi, dan penampilan panggung. Lomba ini menjadi wadah bagi siswa yang memiliki minat di bidang tarik suara sekaligus melatih kepercayaan diri dan disiplin berlatih. Peserta menyanyikan satu lagu pop wajib, dan satu lagu daerah pilihan.
- Lomba Duta Baca Berintegritas. Setiap kelas mengirimkan satu orang peserta, putra atau putri. Lomba ini mendorong budaya membaca dan menjadikan siswa sebagai penggerak literasi. Peserta diharapkan mampu menjelaskan isi esai yang dibuat, , mengomunikasikan pendapat dengan jelas dan menarik. Penilaian dapat mencakup pemahaman bacaan, wawasan literasi, sikap, dan kemampuan mengajak teman untuk gemar membaca.Seorang duta baca tidak hanya di tuntut cakap berbicara tetapi juga bisa menunjukkan kesesuain antara ucapan dan perbuatan, bisa mengkampanyekan 9 nilai integritas sebagai implementasi dari program Sekolah Berintegritas ( SBI ).
- Lomba Monolog. Monolog mengandalkan kemampuan seorang pemain membawakan tokoh dan menyampaikan cerita atau pesan secara mandiri. Peserta mengolah vokal, ekspresi wajah, gerak tubuh, penghayatan, dan perubahan emosi untuk menghidupkan cerita. Penguasaan naskah dan panggung, kreativitas interpretasi, serta kemampuan membangun komunikasi dengan penonton menjadi aspek penting. Lomba ini mengembangkan keberanian dan keterampilan berekspresi.Tema yang diambil dalam monolog ini yaitu Pelestarian Alam.
- Lomba Poster Digital. Dengan mengambil tema Adiwiyata, peserta menyampaikan pesan melalui perpaduan teks, ilustrasi, tipografi, warna, dan tata letak digital. Poster yang baik harus memiliki pesan yang jelas, menarik perhatian, mudah dibaca, dan sesuai dengan tema atau ketentuan panitia. Penilaian dapat memperhatikan orisinalitas ide, ketepatan isi, kreativitas visual, komposisi, keterbacaan, serta kerapian teknis..
- Lomba Komik Digital. Peserta mengisahkan cerita melalui rangkaian panel, ilustrasi, dialog, dan teks narasi. Karya dinilai dengan memperhatikan kesinambungan alur, karakter tokoh, ekspresi, keterbacaan dialog, komposisi panel, orisinalitas, dan kesatuan pesan. Lomba ini mengembangkan kemampuan bercerita, kreativitas, literasi digital, dan keterampilan mengolah informasi menjadi karya visual dengan tema yang diambil tiap peserta dalam pembuatan komik digital ini yaitu terkait Adiwiyata.
- Lomba Senam Gen Wali Antikorupsi. Lomba ini diikuti 20 peserta yang menampilkan gerakan senam secara bersama-sama. Peserta menunjukkan kekompakan, koordinasi, ketepatan gerak, semangat, dan kedisiplinan. Kegiatan ini sekaligus membawa pesan pendidikan karakter, khususnya pentingnya membangun sikap antikorupsi dan integritas sejak usia sekolah. Nilai jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan berani berbuat benar perlu diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari.
Seluruh lomba dilaksanakan di lingkungan SMA Negeri 1 Mijen pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan pengaturan tempat dan teknis yang disesuaikan dengan karakter setiap cabang. Peserta mengikuti ketentuan panitia, menampilkan kemampuan atau mengumpulkan karya, serta menjaga sportivitas. Cabang penampilan dinilai berdasarkan aspek yang relevan, seperti teknik, penghayatan, kreativitas, penguasaan materi, dan penyampaian pesan. Untuk karya tulis dan karya digital, aspek orisinalitas, kualitas isi, ketepatan tema, dan penyajian menjadi pertimbangan.
Dewan juri berasal dari guru SMAN 1 Mijen yang ditugaskan sesuai bidang dan kebutuhan perlombaan. Khusus lomba Duta Baca, panitia melibatkan satu orang juri dari luar sekolah , Anita Septiani, S.Sos, M.I.Kom. Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Fatah Demak. Pelibatan juri eksternal diharapkan memperkaya sudut pandang penilaian dan mendukung evaluasi yang objektif. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria masing-masing lomba, dengan menjunjung keadilan, transparansi, dan semangat pembelajaran.
Classmeeting Bulan Bahasa ini penting karena potensi siswa perlu ditemukan melalui kesempatan yang nyata. Dari baca puisi dan monolog, sekolah dapat melihat kemampuan penghayatan dan penampilan. Dari cipta puisi dan cerpen, terlihat kecakapan mengolah gagasan menjadi karya sastra. Solo vokal membuka ruang bagi bakat musik, sedangkan poster digital dan komik digital mengembangkan kreativitas visual berbasis teknologi. Duta Baca Berintegritas memperkuat budaya literasi,serta sosialisasi 9 nilai karakter SBI sementara Senam Gen Wali Antikorupsi menanamkan nilai integritas anti korupsi dan kerja sama.
Hasil lomba dapat menjadi bahan pemetaan awal untuk menentukan siswa yang perlu mendapatkan pendampingan, latihan, dan pembinaan lanjutan.. Dengan pembinaan terarah, siswa berpotensi dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi pada jenjang lebih tinggi, termasuk FLS3N, sesuai cabang yang relevan dan ketentuan yang berlaku.




